Apa kabar bu??

by 21.50 0 komentar
Thursday, October 15, 2015

Kupandang langit malam sejenak, terlintas wajah seorang yang masih tak asing bagiku walau sudah lama tidak berjumpa. Ibu aku ingin berjumpa denganmu , aku tahu itu hal yang mustahil tapi tidakkah itu manusiawi, karena aku ini anakmu , anak yang kau tinggalkan saat aku belum terlalu mengerti artinya ditinggal.saat itu aku berfikir dengan perginya kau aku akan lebih bebas menjalani hidupku. Tapi aku salah aku tak tahu cara hidup dengan baik, begitu banyak yang belum aku tahu tentang dunia ini, sehingga aku begitu takut untuk melangkah pada awalnya, kau tahu kan kalau aku belum begitu dekat dengan ayah saat itu, bahkan untuk berbicarapun aku takut, aku terlalu merasa sendiri saat itu, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan bu. Terlebih saat kakak dan keluarganya pindah kerumah kita karena ada masalah.
Bu rasanya hidupku semakin rumit, aku tak tahu apapun saat itu, perseteruan yang aku tak tahu berasal dari mana, perseteruan antara ayah dan kakak ipar yang aku tak tahu sebabnya. Itu membuatku hampir menyerah, dan aku hanya bisa menangis sambil sesekali mengingatmu bu, saat itu aku benar benar sendiri tanpa seorangpun yang mengerti, aku masih kecil saat itu dan disuguhi pemandangan yang tidak pantas aku lihat.
Secara pengertian memang aku tak pernah merasakan apa itu broken home, tapi secara perasaan itu aku pernah merasakannya bahkan lebih sakit. Karena sebelumnya bu aku bahkan tak pernah melihatmu dan ayah bertengkar , ya kan? Entah karena kalian memang tak pernah bertengkar atau kalian menyembunyikannya dariku, setidaknya terimakasih karena telah memperlihatkan kepadaku keluarga yang baik tanpa perseteruan sedikitpun , aku sangat berterimakasih.
Tapi bu aku sekarang bahagia karena ayah sangat menyayangiku dan bersedia mengorbankan segalanya untukku, meskipun aku bukan anak yang baik. Ibu tahu ayah sangat setia kepadamu bu, ayah tak pernah mencari pengganti mu sampai sekarang. Itu berarti ayah sangat mencintaimu kan bu,, aku salah karena pernah berkata ayah sudah tak sayang lagi padamu. Buktinya sampai sekarang ayah tidak berusaha mencari penggantimu. Ayah sangat fokus mengurusku dan kata ayah saat ditanya orang orang mengapa belum mencari istri lagi, katanya aku masih kecil. Tapi bu aku sebenarnya ingin ayah mencari istri lagi untuk menjadi ibuku, bukannya aku ingin menggantikanmu dengan seseorang, sekali lagi tak ada yang bisa menggantikanmu dihatiku, tapi aku ingin agar ayah tidak kesepian dirumah jika aku di kos, karena ibu tahu kan kakak sudah pindah. Jadi ia selalu sendiri dirumah tanpa teman , ingin rasanya aku menemaninya setiap hari, memasak untuknya , bercanda denganya, tertawa bersama tapi aku tak bisa.sebenarnya tidak hanya dengannya, denganmupun aku sangat ingin , apalagi sudah berapa tahun aku tidak melihat wajah cantikmu bu,, rasanya ingin sekali saat aku bertemu denganmu lalu memelukmu dan akan kubilang “ibu aku sudah 17 tahun”  itu kata yang ingin aku ucapkan , tapi jauh dalam hati tak ada yang akan sangup kukatakan bu aku terlalu merindukamu, sampai tak tahu harus berbuat apa selain mengirimimu al fatihah dan surat Yaasin, aku terlalu ingin bertemu denganmu sehingga aku hanya bisa menangis saat merindukanmu.

Terkadang terlintas rasa sedih saat mereka (teman-temanku) bercerita tentang keluarga mereka, bercerita tentang ibu dan bapak mereka karena aku hanya bisa bercerita tentang ayah saja, tapi apa yang bisa kuperbuat, aku hanya bisa tersenyum dan ikut merasakan kebahagiaan mereka. Tapi jauh dalam hati aku sangat ingin seperti mereka, mempunyai keluarga yang utuh denganmu dan ayah lagi seperti 7 tahun yang lalu.  Aku sangat merindukanmu bu , really really miss you and missed you.

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar