Thursday, October 15, 2015
Kupandang langit malam sejenak, terlintas wajah seorang yang masih tak
asing bagiku walau sudah lama tidak berjumpa. Ibu aku ingin berjumpa denganmu ,
aku tahu itu hal yang mustahil tapi tidakkah itu manusiawi, karena aku ini anakmu , anak yang kau tinggalkan saat aku belum
terlalu mengerti artinya ditinggal.saat itu aku berfikir
dengan perginya kau aku akan lebih bebas menjalani hidupku. Tapi aku salah aku
tak tahu cara hidup dengan baik, begitu banyak yang belum aku tahu tentang
dunia ini, sehingga aku begitu takut untuk melangkah pada awalnya, kau tahu kan
kalau aku belum begitu dekat dengan ayah saat itu, bahkan untuk berbicarapun
aku takut, aku terlalu merasa sendiri saat itu, aku tak tahu apa yang harus aku
lakukan bu. Terlebih saat kakak dan keluarganya pindah kerumah kita karena ada
masalah.
Bu rasanya hidupku semakin rumit, aku tak tahu apapun saat itu, perseteruan
yang aku tak tahu berasal dari mana, perseteruan antara ayah dan kakak ipar
yang aku tak tahu sebabnya. Itu membuatku hampir menyerah, dan aku hanya bisa
menangis sambil sesekali mengingatmu bu, saat itu aku benar benar sendiri tanpa
seorangpun yang mengerti, aku masih kecil saat itu dan disuguhi pemandangan
yang tidak pantas aku lihat.
Secara pengertian memang aku tak pernah merasakan apa itu broken home, tapi
secara perasaan itu aku pernah merasakannya bahkan lebih sakit. Karena
sebelumnya bu aku bahkan tak pernah melihatmu dan ayah bertengkar , ya kan?
Entah karena kalian memang tak pernah bertengkar atau kalian menyembunyikannya
dariku, setidaknya terimakasih karena telah memperlihatkan kepadaku keluarga
yang baik tanpa perseteruan sedikitpun , aku sangat berterimakasih.
Tapi bu aku sekarang bahagia karena ayah sangat menyayangiku dan bersedia
mengorbankan segalanya untukku, meskipun aku bukan anak yang baik. Ibu tahu
ayah sangat setia kepadamu bu, ayah tak pernah mencari pengganti mu sampai
sekarang. Itu berarti ayah sangat mencintaimu kan bu,, aku salah karena pernah
berkata ayah sudah tak sayang lagi padamu.
Buktinya sampai sekarang ayah tidak berusaha mencari penggantimu. Ayah sangat
fokus mengurusku dan kata ayah saat ditanya orang orang mengapa belum mencari
istri lagi, katanya aku masih kecil. Tapi bu aku sebenarnya ingin ayah mencari
istri lagi untuk menjadi ibuku, bukannya aku ingin menggantikanmu dengan
seseorang, sekali lagi tak ada yang bisa menggantikanmu dihatiku, tapi aku
ingin agar ayah tidak kesepian dirumah jika aku di kos, karena ibu tahu kan
kakak sudah pindah. Jadi ia selalu sendiri dirumah tanpa teman , ingin rasanya
aku menemaninya setiap hari, memasak untuknya , bercanda denganya, tertawa
bersama tapi aku tak bisa.sebenarnya tidak hanya dengannya, denganmupun aku
sangat ingin , apalagi sudah berapa tahun aku tidak melihat wajah cantikmu bu,,
rasanya ingin sekali saat aku bertemu denganmu lalu memelukmu dan akan kubilang “ibu aku sudah 17 tahun” itu kata yang ingin aku ucapkan , tapi jauh
dalam hati tak ada yang akan sangup kukatakan bu aku terlalu merindukamu,
sampai tak tahu harus berbuat apa selain mengirimimu al fatihah dan surat
Yaasin, aku terlalu ingin bertemu denganmu sehingga aku hanya bisa menangis
saat merindukanmu.
Terkadang terlintas rasa sedih saat mereka (teman-temanku) bercerita
tentang keluarga mereka, bercerita tentang ibu dan bapak mereka karena aku hanya bisa bercerita tentang
ayah saja, tapi apa yang bisa kuperbuat, aku hanya bisa tersenyum dan ikut
merasakan kebahagiaan mereka. Tapi jauh dalam hati aku sangat ingin seperti
mereka, mempunyai keluarga yang utuh denganmu dan ayah lagi seperti 7 tahun
yang lalu. Aku sangat merindukanmu bu ,
really really miss you and missed you.

0 komentar:
Posting Komentar