kumulai dengan mata indahmu yang menghipnotisku
kulanjutkan dengan senyumanmu yang melukiskan betapa indahnya dirimu
kujalani dengan setiap katamu yang terucap seakan menyentuhku
kulalui dengan setiap gerak gerikmu yang membuatku semakin terpaku
kurehatkan dengan setiap mata yang berusaha memandangimu
ku hilangkan lelah dengan setiap hati yang berusaha memikatmu,
dan kuakhiri dengan sejuta rasa yang memenuhi dadaku setiap sekedar melihat atau berbincang kecil dengamu #mengagumimu

Dengan setelan jas lengkap yang kau kenakan
Kau terlihat tampan dan rupawan
Badanmu yang gagah dan tinggi
Rambutmu yang hitam dan rapi
Dan rahangmu yang tegas itu
Membuatku terbius akan pesonamu

Duduk didepan benda kesayanganmu
Yang terlihat hanya wajah indah dan senyum manismu
Lentik jarimu menyentuh setiap not dengan indahnya
Mengalunkan irama yang membuat semua orang jatuh cinta
Kau sentuh balok balok berwarna hitam dan putih itu dengan halusnya
Kau membius semua orang dengan setiap sentuhan lembutmu

Irama indah mengisi seluruh sudut ruangan
Semua orang terbius akan alunan nada indahmu
Kau tutup semua keindahan itu dengan keindahan lain
Kupandang kagum dirimu yang memagut pandangku
Riuh gemuruh tepuk tangan dan teriakkan kagum mengiringi perginya engkau
Dengan senyum manis dan wajah berseri engkau melangkah keluar

Dan lagi hatiku jatuh setiap kali melihatmu menyentuhnya

Bertatap muka seakan tak terjadi apa apa
Jauh dalam hati pekik tak terdengar telinga
Ingin rasanya
Kuteriakkan semua rasa yang berkecamuk dalam dada
Kutumpahkan semua rindu yang memenuhi relung hati
Kuungkapkan semua cinta yang selama ini meracuni pikiran
Kupeluk erat engkau agar hilang semua rasa yang mengganggu jiwa
Sayang, dunia tak tahu siapa kita
Yang akan saling melempar senyum
Atau saling mendekap tatap
Jika dunia sedang tertidur atau berpaling

Dan saling mengungkapkan kasih ketika dunia tak memperhatikan
Dua sisi di hati ini
Makin egois memisahkan diri
Tak sejalan tak seiringan
Tak senada tak seirama

Di satu sisi terasa sepi
Ingin disapa di sayangi
Di lain sisi sangat rapuh

Tak mau disapa takut runtuh
Kulihat dan kuperhatikan
Ruang itu masih kosong tanpa perubahan
Hanya tertinggal sebongkah luka parah
Luka yang masih hebat berdarah
Luka yang sangat sensitif
Dibumbui sedikit rasa naif

Ruang itu terlihat mati , kecuali lukanya
Ia berkeluh kesah kepadaku
Katanya tak ada yang pernah datang menyembuhkannya
Tak ada yang pernah singgah
Bahkan untuk sekedar menyapanya

Hingga suatu saat ia menyerah
Ia tak ingin disentuh atau bahkan disapa lagi
Ia ingin ditinggalkan seperti itu
Hingga akhirnya ia akan sembuh dengan sendirinya
Atau mati dengan keinginannya
Tertidur berselimut rindu
Saat hujan masih menghujatku
Angin masih mempertanyakan kesendirianku
Rindu ini semakin erat memelikku

Aku rindu
Rindu sapaan hangat embun pagi
Rindu nyanyian merdu penjelajah langt
Rindu senyum indah sang raja siang

Terbangun masih berselimut rindu
Merdunya nyanyian si penjelajah langit menyapaku
Juga senyum indah sang raja siang yang terpancar
Dan sapaan hangat embun pagi

Rinduku perlahan sirna
Oleh pelkan hangat dari cakrawala

Tetaplah indah cakrawalaku
Tetaplah ramah menyapaku
Aku selalu merindukanmu
Dengan segala keterbatasanku
Seperti daun kering
Berharap kokohnya ranting
Pekik tak terdengar
Rintih tak bergeming
Niat hati berlari mengejar
Tapi tak selangkahpun kaki mendekat
Ingin hati menyampaikan
Tapi tak sekatapun terucap
Menjadi beban sulit terhempas

C@Alviyah_SRWT